|
Display Adapter
atau Video Adapter atau Video Card
adalah kartu
sirkuit yang terintegrasi atau terpasang di
dalam komputer, yang berguna untuk mengirim
/ merefresh data secara konstan untuk
tampilan komputer (Monitor). Sekarang ini,
hampir semua Video Adapter menggunakan satu
standar, yaitu VGA (Video Graphics Array).
VGA mendeskripsikan bagaimana suatu data
dapat ditransfer dari komputer ke monitor.
Satuan dari Frame (tampilan/gambar) Refresh
adalah hertz, dan yang juga harus
diperhitungkan adalah resolusi dan
kedalaman (pixel) dari garis
horizontal, juga memori yang ada di VGA Card
tersebut akan mempengaruhi warna/color yang
dapat ditampilkan. VGA dapat mensupport sampai
empat resolusi yang berbeda dan dua frame
refresh. Resolusi yang ada sekarang adalah
800 x 600, 1024 x 768, 1280 x 1024, dan 1600
x 1200 pixels.
VGA Card ada yang terpasang di slot ISA dan
PCI, tentu saja VGA PCI (32-bit) lebih cepat
untuk mentrasfer data dibandingkan dengan
ISA (16-bit). Akan tetapi sekarang ini telah
ditemukan teknologi baru yang dinamakan
AGP (Accelerated Graphics Port),
komputer-komputer yang ada sekarang sudah
menggunakan teknologi ini, jadi VGA tipe PCI/ISA
sudah ditinggalkan. Apa dan bagaimana AGP
itu ?
a
AGP
(Accelerated Graphics Port)
AGP pertama kali dirancang untuk motherboard
berbasis Pentium II. Ia menawarkan banyak
keuntungan dibandingkan dengan PCI.

AGP memakai teknologi pipelining yang dapat
memberikan bandwidth maksimum sampai empat
kali yang dapat dicapai oleh PCI. AGP
memungkinkan graphic card untuk menjalankan
pemetaan tekstur (texture mapping) secara
langsung di memori sistem, tanpa perlu
mengirimkan data tekstur terlebih dulu ke
memori lokal yang dimiliki graphic card.
Dengan demikian kerja graphic card menjadi
lebih ringan. Semuanya dapat dilakukan lebih
cepat berkat kerja sama antara memori utama
dan memori graphic card. Hasil akhirnya,
frame rate menjadi lebih halus dan kemampuan
untuk menampilkan grafik 3D lebih realistik
serta kualitasnya lebih tinggi.
Meskipun AGP dibuat untuk motherboard
Pentium II dan memakai arsitektur Dual
Independent Bus (DIB), Anda tidak memerlukan
processor Pentium II untuk memanfaatkan
teknologi AGP. Ini karena pemakaian AGP
tidak tergantung pada jenis CPU.
a
Tranfer
Data
Bus PCI (pada 33 MHz) saat ini mampu
mendukung transfer data samapai 132 MB/s,
sementara AGP (pada 66 MHz) mampu
menyalurkan data dengan kecepatan samapai
533 MB/s. AGP dapat mencapai kecepatan
transfer setinggi ini karena kemampuannya
untuk mentransfer data pada kedua siklus
clock. Seperti diketahui, satu siklus clock
memiliki sisi naik dan sisi turun pulsa, PCI
hanya mengirim data pada salah satu sisi,
sementara AGP pada keduanya.

Direct Memory Execute (DiME) mungkin
merupakan kemampuan terpenting dari AGP.
Chip grafik AGP memiliki kemampuan untuk
mengakses memori utama secara langsung untuk
keperluan operasi pemetaan tekstur. AGP
memberikan dua pilihan metoda bagi graphic
card untuk secara langsung mengakses peta
tekstur dalam memori sistem, yaitu :
Pipelining dan Sideband Addressing.
Dalam pipelining, AGP membuat permintaan
data berganda saat mengakses memori atau
bus. PCI hanya mengajukan satu permintaan
data, dan tidak meminta lainnya sampai data
yang diminta selesai ditransfer.
Selain itu, AGP tidak berbagi bandwidth
dengan piranti lainnya. Sedangkan PCI
berbagi bandwidth antara sesama pemakai PCI
lainnya. Secara ringkas, keuntungan AGP
adalah sebagai berikut :
-
Bandwidth
maksimum 4x bus PCI dan mampu
mempertahankan transfer rate yang tinggi
melalui sideband addressing dan
pipelining.
-
Memanfaatkan
Direct Memory Execute untuk pemetaan
tekstur.
-
Memiliki
kemungkinan kecil untuk bentrok dengan
CPU dan piranti I/O saat memakai bus dan
saat mengakses memori. AGP bekerja
bersamaan dengan sebagian besar
transaksi PCI, tetapi tanpa tergantung
padanya. Selain itu, akses ke RAM dapat
dilaksanakan secara bersamaan dengan
pembacaan RAM pada graphic card AGP,
karena adanya sistem antrian data.
-
Port
tambahan bagi chip grafik untuk
mengakses memori, sehingga ia dapat
sekaligus membaca tekstur dari memori
AGP sambil membaca/menulis informasi 3D
dan pixel dari memori lokal. Chip grafik
mampu mencapai bandwidth sampai 1,2 GB/s
dengan memanfaatkan kedua port secara
bersamaan.
-
Memungkinkan
CPU untuk menulis secara langsung ke
memorusistem AGP ketika ia memerlukan
data grafik, seperti perintah atau
tekstur animasi.
|