|
Harddisk atau Hard Disk Drive atau Hard
Drive adalah sebuah media penyimpanan
yang sering kita gunakan selama ini, dimana
ia dapat menyimpan dan memproses data dengan
cepat. Harddisk untuk saat ini berkapasitas
gigabite (GB). Untuk kecepatan akses sebuah
harddisk bervariasi mulai dari 4500 rpm
sampai dengan 7200 rpm.
Seperti yang telah kita ketahui Harddisk
mempunyai silinder, head, dan sector.
Harddisk akan menghitung ketiga besaran ini
ke dalam sebuah alamat yang disebut Logical
Block Address (LBA). Alamat logical block
ini kemudian dikonversikan ke dalam besaran
silinder, head, dan sector. BIOS yang modern
akan dapat menggunakan LBA ini sehingga
keterbatasan dapat diatasi.
Silinder, sector, dan head dewasa ini masih
digunakan di dalam lingkungan DOS. SCSI
Drive selalu menggunakan LBA untuk
mengakses data dari Harddisk. Namun demikian,
sistem operasi yang modern telah mengakses
data lewat LBA secara langsung tanpa melalui
BIOS.
a
Sistem
Interface
Saat ini terdapat dua
sistem interface harddisk yaitu IDE
dan SCSI. Untuk saat ini IDE
Controller telah terintegrasi dengan
motherboard (On-board). Untuk
sistem SCSI, Anda masih memerlukan
controller atau kartu tambahan karena tidak
banyak motherboard yang memiliki SCSI
Controller yang On-board. Sementara untuk
harddisk model SCSI ini memiliki harga yang
jauh lebih mahal dibanding IDE.
Keuntungannya yah jelas harddisk SCSI
kecepatannya jauh diatas harddisk IDE.
Interface IDE memiliki dua channel kabel,
yaitu : primary dan secondary, yang
masing-masing dapat mensupport dua piranti.
Dengan dua channel ini kita dapat memasang
Hard Disk, CD-ROM, atau kolom pengubah
Harddisk (Disk Changer).
Jika kita mempunyai sebuah Harddisk dan
sebuah CD-ROM lebih baik jika kita memasang
Harddisk di channel primary dan CD-ROM di
secondary (jangan satu channel). Sebab pada
saat CD-ROM bekerja, Harddisk akan menunggu
sampai transfer data dari CD-ROM selesai.
Dengan demikian akan terjadi penurunan
kinerja komputer secara keseluruhan, karena
pada dasarnya CD-ROM bekerja relatif lebih
lambat.
Jika kita menginginkan harddisk yang dapat
bekerja secara maksimal, maka sistem SCSI
adalah sistem yang cocok. Kemampuannya untuk
tugas yang banyak (multitasking) adalah
keunggulan sistem ini. Dan bila kita
menggunakan jaringan komputer atau server
dengan kapasitas file yang besar seperti
audio, video, atau aplikasi yang lain, kita
akan memperoleh keuntungan lebih bila
menggunakan sistem SCSI.
Ada tiga alasan mengapa sistem ini lebih
dapat diandalkan untuk tugas yang banyak.
Salah satu alasannya karena semua sistem
operasi sekarang mensupport sistem SCSI
dengan baik. Selain itu, busmastering akan
benar-benar bekerja dengan baik bila
menggunakan controller SCSI busmatering.
Jika kita membutuhkan kapasitas yang besar
dan transfer rate yang tinggi, maka yang
kita butuhkan adalah sistem SCSI. Hal ini
bukan karena sistem IDE tidak mampu untuk
melakukannya, namun lantaran tuntutan pasar
dimana harddisk dengankelas high-end dengan
kapasitas yang besar dan kinerja yang tinggi
lebih banyak digunakan untuk server dan
tidak dirancang dengan menggunakan sistem
IDE.
a
Pemetaan
Dalam Harddisk
Kita dapat melihat bagaimana sebuah data
ditempatkan secara fisik dalam sebuah
harddisk. Melalui program benchmark, dapat
dihitung berapa transfer rate atau seek time
sebuah harddisk. Ada tiga cara pemetaan yang
dilkukan oleh harddisk. Horizontal, Vertikal,
dan gabungan keduanya. Harddisk pada umumnya
melakukan pemetaan secara vertikal. Data
mula-mula ditulis/dibaca dari satu silinder
dan mulai pada track yang paling atas menuju
kebawah sebelum head bergerak ke silinder
berikutnnya. Pada pemetaan horizontal, data
dibaca/ditulis mulai dari silinder terdalam
sebelum bergerak menuju track berikutnya.
|

|

|

|
| Pemetaan
Vertikal |
Pemetaan
Horizontal |
Pemetaan
Gabungan |
Dari gambar-gambar tersebut dapat dilihat
bahwa transfer rate memiliki nilai yang
lebih tinggi, jika hard disk memakai sistem
pembacaan/penulisan dari bagian dalam menuju
bagian luar. Namun, ada beberapa hard disk
yang menggunakan kombinasi keduanya.
Pemetaan horizontal digunakan di dalam satu
zona, sementara pemetaan vertikal digunakan
di antara zona. Tapi, cara ini memiliki
transfer rate dan seek time yang hampir sama
dengan cara vertikal. Jika kita membutuhkan
transfer rate yang konstan (misalnya : untuk
video atau musik), kita seharusnya tidak
menggunakan hard disk yang memakai sistem
pemetaan horizontal.
a
Mengukur
Kinerja Hard Disk
Ada beberapa cara untuk dapat mengukur
kinerja hard disk. Pertama dengan mengetahui
data rate sebuah hard disk. Data rate
adalah banyaknya byte per detik (byte per
second, bps) yang dapat dikirim oleh
drive ke CPU. Data rate yang umum dipakai
oleh hard disk adalah 5 dan 40 megabytes per
second (Mbps). Cara kedua adalah dengan
melihat seek time-nya. Seek time adalah
waktu pencarian data oleh hard disk. Seek
time ini pada umunya memakan waktu 10 sampai
20 milisecond. Pertimbangan lain yang harus
diperhatikan adalah kapasitas drive dimana
byte-byte data disimpan.
|